By: Rahmawati Sahing

Kamis, 16 Juni 2011

Pembelajaran berbasis komputer


Kemajuan media komputer memberikan beberapa kelebihan untuk kegiatan produksi audio visual. Pada tahun-tahun belakangan komputer mendapat perhatian besar karena kemampuannya yang dapat digunakan dalam bidang kegiatan pembelajaran. Ditambah dengan teknologi jaringan dan internet, komputer seakan menjadi primadona dalam kegiatan pembelajaran.
Pembelajaran yang dibantu komputer dikenal dengan nama CAI yaitu “Computer Assited Instruction”. Prinsip pembelajaran ini menggunakan komputer sebagai alat bantu menyampaikan pelajaran kepada user secara interaktif. Perubahan metode pembelajaran dan pengajaran telah menyebabkan alat yang digunakan menjadi meluas, misalnya: video, audio, slide dan film.
CAI yaitu penggunaan komputer secara langsung dengan siswa untuk menyampaikan isi pelajaran, memberikan latihan dan mengetes kemajuan belajar siswa. CAI juga bermacam-macam bentuknya bergantung kecakapan pendesain dan pengembang pembelajarannya, bisa berbentuk permainan (games), mengajarkan konsep-konsep abstrak yang kemudian dikonkritkan dalam bentuk visual dan audio yang dianimasikan.
Jadi CAI adalah penggunaan komputer sebagai alat bantu dalam dunia pendidikan dan pengajaran. CAI membantu siswa memahami suatu materi dan dapat mengulang materi tersebut berulang kali sampai ia menguasai materi itu.

Penggunaan Komputer dalam Kegiatan Pembelajaran
Untuk tujuan kognitif
Komputer dapat mengajarkan konsep-konsep aturan, prinsip, langkah-langkah, proses, dan kalkulasi yang kompleks. Komputer juga dapat menjelaskan konsep tersebut dengan sederhana dengan penggabungan visual dan audio yang dianimasikan.


Untuk Tujuan Psikomotor
Dengan bentuk pembelajaran yang dikemas dalam bentuk games & simulasi sangat bagus digunakan untuk menciptakan kondisi dunia kerja. Beberapa contoh program antara lain; simulasi pendaratan pesawat, simulasi perang dalam medan yang paling berat dan sebagainya.

Untuk Tujuan Afektif
Bila program didesain secara tepat dengan memberikan potongan klip suara atau video yang isinya menggugah perasaan, pembelajaran sikap/afektif pun dapat dilakukan mengunakan media komputer.
Keistimewaan pemakaian komputer dalam proses pembelajaran (Muhamad Ikhsan, 2006) :
1. Komputer bisa mengajar secara individual (individualisasi dalam proses pembelajaran) kecepatan bisa sesuaikan dengan kemampuan siswa, metode/strategi belajar yang lebih tepat, penyesuaian isi materi dan tingkat kesukaran.
2. Bisa digunakan kapan saja (tidak terbatas waktu) dan bisa digunakan dimana saja (tidak terbatas ruang).
3. Hilangkan rasa malu takut.

Adapun bentuk-bentuk penerapan aplikasi CAI (Computer Assisted Instruction) dalam pembelajaran sebagai berikut (Heinich,et:al, 1996):

1.)Drill & Practice
Tujuan
Setelah menjalankan program Drill & Practice ini siswa akan lebih terampil, cepat, dan tepat dalam melakukan suatu keterampilan. Misalnya keterampilan mengetik, atau menjawab soal hitungan.
Isi
Disini siswa dianggap sudah mengetahui teori yg mendasari keterampilan itu serta mengetahui cara/prosedur mengerjakannya. Jadi dalam Drill & Practice tidak ada bagian penjelasan, yang ada hanya sejumlah soal/pertanyaan dan “feedback.” Soal/pertanyaan2 tersebut diberikan dalam suatu urutan/alur (“sequence”) tertentu: mudah – sulit ? siswa menjawab dinilai & feedback : benar – salah soal/pertanyaan berikut dan seterusnya.
Umumnya kontrol yang dimiliki siswa sangat terbatas. Ia hanya dapat memilih tingkat kesulitan materi, sedangkan alur dari penyajian isi di kontrol oleh sistem. Variabel yang digunakan : tingkat kesulitan isi/materi, kecepatan menjawab, atau waktu menjawab.

2.) Tutorial
Tujuan
Membuat siswa memahami suatu konsep/materi yg baku.
Isi
Sejumlah konsep/materi yang perlu diajarkan dan difahami siswa.
Kemudian diikuti dengan sejumlah pertanyaan, atau latihan/soal untuk memeriksa pemahaman siswa terhadap konsep/materi tersebut. Siswa berinteraksi dengan komputer seperti ia berinteraksi dengan guru: “one-to-one session.”
Bila materi yang akan diberikan cukup banyak, maka penyajiannya akan diberikan secara bertahap, mulai dari materi dasar ke tingkat yg lebih tinggi, dan seterusnya. Selain itu ada pula sejumlah pertanyaan/soal yg pemunculannya dibuat random.
Bila siswa gagal melewati kriteria untuk “lulus”, maka ia akan dikembalikan ke bagian penjelasan konsep/materi yang pertama. Akan tetapi bila sistem ini disertai dengan modul “remedial”, maka bila gagal, siswa akan diberikan remedial terhadap topik yang ia salah saja (tidak mengulang semua).
Keuntungan
Lebih individualized dari Drill & Practice ada penilaian terhadap respon, serta dapat dibantu bagian yang tidak difahami — mengulang materi, atau ke modul remedial.



3.) Games/Edutainment
Materi atau konteks dari permainan merupakan hal yang ingin diajarkan, sekaligus ia juga berperan sebagai motivator. Pendekatan motivasi, dibedakan antara :
motivasi intrinsik : tidak ada reward diluar atau tanpa reward seperti “point” misalnya, anak menyenangi permainan tersebut.
motivasi ekstrinsik : ada reward dari luar, misalnya uang, atau “point” .
Menimbulkan motivasi intrinsik harus ada tiga hal:
Challenge : Goal dari permainan harus jelas. Selain itu hasil/konsekwensi yang dapat dicapai akibat dari aksi/response pemain sulit untuk diterka semacam ada unsur luck. Tidak diketahui cara/strategi yg paling optimal.
Fantasy : Adanya situasi permainan yang merangsang munculnya imaginasi pemain.
Curiosity : Ada unsur yang “baru” (novelty) bagi pemain, akan jangan terlalu banyak hal “barunya” sebab akan menyebabkan permainan sukar dimengerti.

4.) Mindtools
Mindtools alat bantu belajar yang menyediakan sejumlah fasilitas atau fungsi yang dapat dipakai untuk digunakan siswa dalam memfungsikan cara berpikirnya sehingga dapat optimal.
Lingkungan pembelajaran yang disajikan pada siswa bukan berpatokan pada membuat siswa menurut saja pada struktur materi yang sudah dirancang alurnya oleh programmer, akan tetapi justru hanya memberikan sejumlah fasilitas atau alat (tools) untuk digunakan siswa dalam ia mengambil dan merancang alur belajarnya sendiri.
Kontrol penuh ada di tangan siswa (learner control) dalam ia menentukan baik tujuan yang ingin dicapai, materi yang dipelajari, maupun tingkat kedalaman pemahaman yang ingin diraih. dan akan lebih memotivasi siswa untuk belajar karena ia dapat sesuaikan dengan kebutuhannya. Guru disini berperan sebagai fasilitator, model, dan pelatih (coach).
Berangkat dari asumsi dasar bahwa siswa itu mempunyai perbedaan dalam daya tangkap, lingkup pengetahuan yang sudah dimiliki (prior knowledge), keterampilan belajar, minat, maupun motivasi untuk belajar.
Belajar yang dalam (deep learning) menuntut siswa menggunakan teknik/strategi berpikir yang sistematis dan terencana, tajam daya analisanya, kritis, kreatif, dan memiliki ketrampilan memecahkan masalah (problem solving) yang baik.
Keterampilan berfikir (ketrampilan belajar) adalah ketrampilan yang harus dengan sengaja dipelajari, bukan bersifat bawaan lahir (seperti halnya inteligensi). Keterampilan belajar inilah yang menjadikannya self-regulated (directed) learner.

5.) Simulation
Tujuan
Proses simulasi biasanya digunakan untuk mengajarkan proses atau konsep yang tidak secara mudah dapat dilihat (abstrak), seperti bagaimana bekerjanya proses ekonomi, atau bagaimana hubungan antara supply & demand terhadap harga dan seterusnya. Simulasi juga dilakukan untuk memunculkan suatu keadaan yang berbahaya dan dicobakan di dunia riel. Misalnya percobaan percampuran berbagai zat kimia, atau perputaran planet.
Umumnya setelah siswa mencoba sendiri, atau menjalankan simulasi ini, guru harus memeriksa kesimpulan (discovery) yang dibuat siswa: ketepatannya.
Isi
Suatu konsep atau keadaan yang akan dieksplorasi proses perubahan atau terjadinya. Siswa akan diberikan sejumlah variabel (beserta parameternya) yang dapat di mainkan/manipulasi untuk menimbulkan keadaan tertentu. Asumsi dasar dari proses belajar disini adalah melalui percobaannya siswa akan mengerti prinsip dari terjadinya proses tersebut (discovery learning).
Keuntungan
Berlangsungnya proses dapat diatur kecepatannya; dapat dipercepat (untuk proses yang perubahannya lama), atau diperlambat (untuk proses yang perubahannya terjadi cepat).
Variabel-variabel yang berpengaruh terhadap proses perubahan dapat secara langsung dimainkan, atau di manipulasi siswa sehingga ia dapat melihat langsung bagaimana pengaruh setiap variabel itu.
Umumnya siswa akan lebih termotivasi menjalankan simulasi dibanding Drill & Practice atau tutorial, karena siswa punya kontrol terhadap variabel yang dipilihnya dan rasa ingin tahunya terpenuhi.

Selasa, 07 Juni 2011

Manfaat Vitamin dan Mineral bagi Tubuh


Vitamin A :
- Mencegah gangguan mata
- Antioksidan melindungi sel2 terhadap kanker
- Mencegah peny. Kulit 
- Meningkatkan kekebalan
Vitamin B kompleks :
- Menjaga kesehatan saraf ,kulit, otot, mata,rambut,liver dan otak.
- Asam folat sering digunakan pada penderita kanker.
- Sbg energi dan memperkuat sistem kekebalan dgn meningkatkan pemfungsian sel-sel darah putih.
- Membentuk sel-sel darah merah.
Vitamin C :
- Antioksidan 
- Pertumbuhan dan perbaikan jaringan.
- Meningkatkan kekebalan
- Mencegah kanker
- Bersama vit E meningkatkan penyerapan zat besi.
Vitamin D :
- Menyerap dan memanfaatkan fosfor dan kalsium
- Pertumbuhan dan perkembangan gigi dan gusi
- Melindungi kelemahan otot.
Vitamin E :
- Antioksidan untuk mencegah kanker dan penyakit jantung
- Meningkatkan kesuburan
- Mencegah sel oleh zat-zat radikal bebas
- Menjaga kesehatan saraf dan otot
- Meningkatkan pembekuan darah secara normal
Vitamin K :
- Pembeku darah
- Pembentukan dan perbaikan tulang secara benar
Kalsium :
- Untuk pembentukan tulang dan gigi.
Zat besi :
- Untuk menproduksi haemoglobin,mioglobin dan oksigenasi sel-sel darah merah.
- Memproduksi energi dan menjaga sistem kekebalan tubuh
- Terlalu banyak konsumsi zat besi menyebabkan gangguan jantung dan kanker.
Selenium :
- Antioksidan untuk menghalangi lipid atau lemak
- Bila dikombinasikan dengan vit E melindungi pembentukan radikal bebas dan membantu membentuk antibodi
- Mencegah pembentukan berbagai tipe tumor ttt.
Sodium :
- Menjaga keseimbangan air dan pH darah
- Diperlukan bagi fungsi perut,saraf dan otot
- Kelebihan sodium menyebabkan edema,penyakit liver,ginjal dan tekanan darah tinggi serta penyakit jantung.

Jumat, 27 Mei 2011

Masuk Pagi, Susah Belajar!

Di usiaku yang juga masih remaja, aku juga sering mengalami yang namanya malas. Malas ngerjain ini itu, termasuk belajar. Apalagi kalo masuk belajarnya pagi. Huh.....  tapi ternyata bukan aku aja yang sering mengalami itu, ternyata remaja yang lain juga banyak yang mengalami itu. Ya, itu aku dapetin setelah nanya-nya beberapa orang teman yang ternyata juga kadang nggak mood belajar kalo masuk pagi. Tapi, kenapa bisa gitu yach?.... Nah, setelah aku searching sambil nanya-nanya Mbah Google akhirnya aku diantarkan pada sebuah website yang membahas kenapa banyak remaja yang mengalami susah belajar saat masuk pagi di sekolah. 
Nah, artikel di website itu isinya kayak gini:

 “Duuh, pagi banget sih masuknya! Coba kalau masuk sekolahnya lebih siang, pasti lebih enak belajarnya.” Teens, sering nggak kita mikir demikian? Well, ternyata keluhan kita ada benarnya lho!

Beda Usia, Beda Siklusnya!
Teens, tahu nggak? Setiap manusia punya jam biologisnya sendiri. Nah, jam biologis inilah yang dapat mempengaruhi kebiasaan tidur kita. Memasuki masa remaja, jam biologis kita akan bergeser lebih lambat1,2. Hasilnya, kita jadi bisa bergadang dan tidur lebih larut dibandingkan sewaktu kita masih anak-anak. Tapi akibatnya, kita jadi susah bangun pagi!

Kenapa Sih Bisa Terjadi?
Para peneliti menunjukkan kalau jam biologis kita dipengaruhi oleh sistem hormon. Memasuki masa puber sampai akhir masa remaja, otak akan memproduksi hormon melatonin dari jam 11 malam sampai jam 8 pagi. FYI, hormon melatonin ini adalah hormon yang membuat kita mengantuk. Nggak heran kita masih ngantuk sampai jam 8 pagi! Karena masih ngantuk, kita jadi nggak konsen belajar pagi-pagi. Belajar jadi nggak optimal deh. Padahal, materi pelajarannya bisa saja keluar pas ujian!

So, Harus Gimana Dong?
Pergeseran jam biologis memang bisa membuat kita mengantuk di pagi hari. Namun, hal ini bisa kita siasati! Salah satunya caranya yaitu dengan tidur lebih awal. Yang penting, usahakan kamu punya waktu tidur 7-9 jam per hari. Kalau kamu mau tidur tapi belum mengantuk, coba pancing si rasa ngantuk dengan tips berikut:
  1. Matikan lampu
    Turns your lights off! Hormon melatonin yang membuat kita ngantuk biasanya diproduksi dalam keadaan gelap3. So, pastiin kamar kamu segelap mungkin supaya kamu bisa cepat tidur.
  2. Minum susu hangat
    Susu hangat ternyata punya efek menenangkan lho! Hal ini dikarenakan kandungan tryptophan dalam susu. Tryptophan adalah asam amino yang membantu kita rileks4. So, minum segelas susu hangat sebelum tidur pasti efektif untuk membuat kamu cepat pulas
3.  Matikan peralatan elektronik
Nggak ingin kan, kebangun tiba-tiba gara-gara HP yang bunyi saat lagi pulas? So, don’t forget to turn you cell off! Pastikan juga kamu sudah mematikan semua peralatan elektronik seperti TV, radio, dan teman-temannya. Pasalnya, walaupun secara fisik kita tertidur, tapi otak kita terus aktif merespon rangsangan-rangsangan yang ada di sekitar kita. Jadi, kalau kita tidur dengan TV menyala, otak kita akan terus aktif merespon rangsangan tersebut walaupun kamu tidak sadar5. Kalau hal ini terus berlanjut, otak jadi nggak bisa beristirahat. Akibatnya, kamu akan terus-menerus merasa capek walaupun sudah tidur 8 jam sehari.
4.  Tarik nafas dalam-dalam dan hembuskan perlahan
Kalau kita menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan, secara otomatis kita akan merasa lebih rileks. Kita jadi lebih mudah tidur deh!
5.  Olahraga di siang hari
Susah tidur? Coba deh ikut ekskul olahraga seperti basket, voli, atau modern dance! Studi menunjukkan kalau orang yang suka berolahraga lebih mudah tidur di malam hari6. Tapi ingat ya, jangan berolahraga menjelang tidur! Salah-salah kamu jadi terlalu semangat dan nggak bisa beristirahat!


Sumber:
http://www.hilo_teen.com/category/artikel