By: Rahmawati Sahing

Selasa, 06 November 2012

Pengembangan Media Audio: Contoh Naskah Drama Sandiwara Radio Bertema Pendidikan

-->
Mata Pelajaran: Biologi
Kelas/Semester: X SMA/1 (satu)
Tujuan Umum : Memahami peranan Virus dalam Kehidupan sehari-hari.
Tujuan Instruksional Khusus  :
1.      Mengidentifikasi virus yang merugikan.
2.      Menjelaskan virus yang merugikan.
3.      Menjelaskan manfaat virus bagi kehidupan.
4.      Mengkomunikasikan cara menghindari diri dari virus yang berbahaya.

Pemain:
1.      Gia
2.      Mamat
3.      Evan
4.      Rara
5.      Mira

Musik              : Pembukaan. In-Up-Down-Under
ANNC            : Inilah siaran radio pendidikan yang dikembangkan dan dikelola oleh jurusan        kurikulum dan          teknologi pendidikan Universitas Negeri Makassar. Siaran ini ditujukan kepada siswa-siswi SMA di seluruh Indonesia.
Musik              : Up-Down-Out
Narator            : Selamat jumpa kembali anak-anak SMA kelas X, untuk kesempatan ini kami hadir membawakan bidang studi Biologi dengan pokok bahasan peranan virus dalam kehidupan.
Musik sisipan  : In-Up-Down-Out
Narator            : Setelah selesai mengikuti program ini, kamu akan dapat:
                          1. Mengidentifikasi virus yang merugikan.
                          2. Menjelaskan virus yang merugikan.
                          3. Menjelaskan manfaat virus bagi kehidupan.
                          4. Mengkomunikasikan cara menghindari diri dari virus yang berbahaya.
F.X                  : Suara burung berkicau.
Rara                : Semoga kamu cepat sembuh ya, Mat!
Mamat             :Iya, terima kasih ya, teman-teman! Kalian sudah mau repot-repot datang menjengukku.
Evan                : Kami tidak pernah merasa direpotkan, kok! Kita ini kan sahabat, jadi harus saling memperhatikan.
Gia                  : Mm…Oh, iya kamu sebenarnya sakit apa, sih Mat?
Mamat             : Kemarin waktu aku periksa ke Puskesmas, kata dokter, aku cuma terkena penyakit influenza biasa. Cuma perlu istirahat beberapa hari.
Mira                : Terus, kalau kamu Cuma flu biasa kenapa kamu tidak masuk sekolah saja. Kan, penyakit flu tidak terlalu berbahaya.
Gia                  : Mira… tapi penyakit influenza itu gampang sekali untuk menular. Kamu mau kalau di sekolah, satu kelas kita isinya orang-orang yang berpenyakit flu semua.  Yang ada malah kita jadi tidak konsentrasi belajarnya kalau batuk-batuk atau bersin-bersin terus.
Evan                : Iya, Gia benar. Penyakit influenza merupakan salah satu penyakit yang sering diderita oleh manusia yang disebabkan oleh virus influenza. Virus ini merupakan penyakit pernapasan.  Virus ini masuk melalui mulut dan hidung. dan virus ini juga sangat gampang menular. Virus ini memang tidak terlalu berbahaya, Cuma dampak seperti batuk-batuk atau bersin-bersinnya itu rasanya sangat tidak enak. Badan juga jadi terasa mudah letih. 
Rara                : Nah, selain penyakit influenza yang tadi dijelaskan Evan, ada lagi tidak yang tahu tentang jenis-jenis virus yang merugikan manusia? Yaaa…. yang menyebabkan penyakit!
Mira                : Aku….aku! Hmm… virus hepatitis menyebabkan penyakit hepatitis, virus poliomyelitis yang menyebabkan penyakit polio….. lalu virus apa lagi, ya? Hehehe…sepertinya aku Cuma ingat itu.
Rara                : Selain kedua virus yang disebutkan Mira, ada juga virus varicella yang dapat menyebabkan penyakit cacar air. Penyakit cacar air ini biasanya menyerang pada anak-anak dan tidak akan menyerang dua kali pada orang yang sama.
Mamat             : Jadi, kalo sudah pernah terkena cacar air kita tidak akan  terkena lagi?
Evan                : Iya, benar. Memangnya kenapa? Kamu dulu pernah cacar air, ya?
Mamat             : Hehehe…. iya dulu waktu masih SD.
Evan                : Hahaha…. sama aku juga waktu SD pernah terkena penyakit cacar.
Mira                : Tapi, virus yang ada dalam kehidupan ini memangnya hanya menyerang pada manusia saja, ya?
Gia                  : Oh… tidak! Virus selain menyerang pada manusia juga ada yang menyerang hewan dan tumbuhan.
Evan                : Mir, kamu ingat tidak kalau minggu lalu kamu pernah cerita sama kita semua kalau usaha peternakan ayam milik kakekmu yang ada di kampung teracam rugi besar gara-gara ayamnya banyak yang mati karena sakit? Ayam-ayam kakekmu itu terserang penyakit tetelo kan?
Mira                : Oh, iya! Benar aku pernah cerita! Memangnya apa hubungannya virus dengan ayam-ayam kakekku?
Evan                : Ya, jelas ada dong! Penyakit yang menyerang ayam-ayam milik kakekmu itu disebabkan oleh virus New castle Disease, yang menyebabkan penyakit tetelo. Penyakit ini menyerang saluran pernapasan pada unggas dan dapat langsung menyebabkan kematian pada si unggas tersebut hanya dalam waktu beberapa jam saja.
Mira                : Oh, begitu! Pantas ayam-ayam kakekku banyak yang mati.
Rara                : Nah, selain  New Castle Disease, virus lain yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan adalah virus rabies yang menyebabkan penyakit anjing gila, yang juga sangat berbahaya jika menyerang manusia karena dapat menyebabkan kematian. Lalu ada juga virus Bacillus Antrachis, yang dapat menyebabkan penyakit antrax ada hewan pemamahbiak seperti sapi, kerbau atau kambing.
Mamat             : Lalu bagaimana dengan virus yang menyerang tumbuhan?
Gia                  : Untuk tumbuhan sendiri ada yang disebut dengan virus tungro, yang menyebabkan tumbuhan padi jadi kerdil. Penyebarannya virus ini biasanya dilakukan oleh wereng cokelat dan wereng hijau. Makanya petani-petani biasanya menggunakan pestisida untuk membunuh hama jika tanaman padinya terserang hama wereng. Lalu ada juga virus tristeza yang menyerang tanaman jeruk. Nah, tanaman jeruk yang terserang virus ini biasanya akan muncul bercak-bercak kuning pada kulit buahnya, tanamannya jadi kerdil, dan pertumbuhannya jadi lambat. Dan ada lagi satu virus yang menyerang tumbuhan, virus ini menyerang tanaman tembakau, tapi apa ya? Aku lupa nama virusnya!
Evan                : Tobacco Mosaic Virus. Dapat menyebabkan penyakit mosaik ada tanaman tembakau. Hampir sama dengan virus tristeza yang menyebabkan bercak kuning ada kulit buah jeruk. Virus mosaik ini juga menyebabkan bercak kuning pada daun tanaman tembakau serta membuat daunnya mengkerut.
Gia                  : Iya, benar. Selain itu tanaman tembakaunya juga jadi kerdil.
Mamat             : Wah, berarti virus itu hanya merugikan, ya!
Rara                : Ah, tidak juga, kok! Selain merugikan, virus juga ada manfaatnya!
Mamat             : Bagaimana caranya?
Rara                : Salah satu manfaat virus adalah dapat dijadikan vaksin untuk penyakit yang bisa disebabkan oleh virus itu sendiri. Caranya adalah dengan melumpuhkan virus tersebut dengan cairan kimia. kemudian virus yang sudah mati tersebut dicampur lagi dengan bahan-bahan kimia yang lain hingga terbentuk menjadi vaksin yang dapat digunakan.
Gia                  : Tapi, sebenarnya virus memang lebih banyak merugikannya daripada menguntungkannya. Makanya untuk meminimalisir dampak buruk yang bisa ditimbulkan oleh virus, kita sebisa mungkin harus selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Yaaa…pokoknya menerapkan pola hidup sehat dan bersih.
Mamat             : Wah….aku sekarang jadi banyak tau tentang virus! Hmm….mulai sekarang aku juga akan belajar menerapkan pola hidup sehat dan selalu menjaga kebersihan. Biar gak gampang sakit!
Evan                : Iya. Kamu sih, sukanya main di comberan terus setiap hari!
Mamat             : Enak saja!
Gia, Rara, Mira dan Evan: Hahahaha……..
Evan                : Ya, sudah! Kalo begitu kami pulang dulu,ya!
Gia                  : Cepat sembuh ya, Mat!
Rara                : Sampai ketemu di sekolah!
Gia, Rara, Mira dan Evan: Assalamu’alaikum!
Mamat             : Wa’alaikum salam!
Musik              : Penutup. In-Up-Down-Under.
Narator            : Demikianlah anak-anak percakapan antara Mamat, Evan, Rara, Mira dan Gia yang membahas tentang peranan virus dalam kehidupan.
Musik              : Up-Down-Out.
ANNC            : Sampai di sini perjumpaan kita kali ini. Dan kita akan berjumpa kembali pada paket acara yang akan datang.

Kamis, 04 Oktober 2012

Teori Belajar yang Melandasi Konsep E-Learning!


Di perkuliahanku yang udah memasuki semester lima di tahun ketiga pada jurusan teknologi pendidikan  aku punya satu mata kuliah wajib yang menurutku cukup menarik untuk dipelajari terutama buat calon-calon guru. Biar nantinya kalo kalo ngajar lebih menarik dan menyenangkan serta gak membosankan kayak model-model pembelajaran konvensional. Cuman tatap muka dan diceramahin.
Ok, jadi mata kuliahnya adalah pembelajaran online (e-learning), di mana dalam mata kuliah ini bukan hanya diajarkan bagaimana menggunakan e-learning itu sendiri dalam proses pembelajaran sebagai mahasiswa, tapi kita juga diajarkan gimana cara membuat aplikasi e-learning itu sendiri. Cukup menarik sih menurut aku sendiri! Soalnya selama ini udah sering banget ikut perkuliahan atau pembelajaran yang menggunakan e-learning tapi sama sekali belum tau gimana cara membuat e-learning itu sendiri. And, aku sebagai calon pendidik (amin, InsyaAllah!) berharap bisa menerapkan konsep pembelajaran ini di saat aku mengajar nanti  (biar siswa-siswanya juga gak gaptek! Hahaha!
Ok, guys! Jadi, waktu perkuliahan mata kuliah ini baru dimulai tugas pertama yang diberikan oleh pengajarnya (yg ngajar Asisten Dosen) adalah pembekalan utama sebagai pengantar gimana kami bisa memahami terlebih dahulu mengenai apa sih sebenarnya e-learning itu. So, kami dibagi jadi beberapa kelompok untuk menyelesaikan beberapa pertanyaan. Nomor pada pertanyaan mewakili pertanyaan pada soal-soal yang akan dijawab oleh masing masing kelompok sesuai dengan nomor pertanyaan tersebut. Kelompok satu ngejawab soal nomor satu, kelompok dua ngejawab soal nomor dua, dst. Kebetulan waktu itu aku kebagian jadi anggota kelompok dua dan berarti kelompokku harus menjawab pertanyaan nomor dua.
Pertanyaan untuk kelompok kami adalah “landasan teori konsep e-leraning?” Jadi, ini mengenai apa-apa saja yang melandasi terbentuknya konsep e-learning.
Setelah diberi waktu seminggu buat nyari bahan mengenai jawabannya, akhirnya kelompokku memberikan jawaban yang seperti ini (ini uraian ringkasnya doang ya! Ini juga adalah gabungan dari beberapa pernyataan yang diambil dari berbagai sumber). Cekidot!
Perkembangan zaman yang dibarengi perkembangan teknologi kini juga hampir merambah ke seluruh aspek kehidupan termasuk pendidikan. Nah, salah inovasi yang diciptakan dengan adanya perkembangan teknologi adalah e-learning, yaitu salah satu konsep pembelajaran yang memanfaatkan media elektronik.
Ada tiga teori belajar yang melandasi konsep e-learning ini, yaitu:

1. Behaviorisme

Penganut aliran behaviorisme menganggap bahwa belajar adalah perubahan perilaku yang dapat diamati yang disebabkan oleh stimulus eksternal. Mereka melihat pikiran sebagai ”kotak hitam”, respons terhadap suatu stimulus dapat diamati secara kuantitatif, dengan mengabaikan pengaruh proses berfikir yang terjadi di pikiran. Atkins (1993) menyoroti empat aspek yang relevan untuk merealisasikan materi E-Learning berkaitan dengan pemikiran behaviorisme:
- Bahan ajar sebaiknya dipecah menjadi langkah-langkah instruksional yang dihadirkan secara deduktif, yaitu dimulai dengan rumus, hukum, kategori, prinsip, definisi, dengan memberikan contoh-contoh untuk meningkatkan pemahaman.
- Perancang harus menetapkan urutan pengajaran dengan menggunakan percabangan bersyarat ke unit instruksional lain. Umumnya, kegiatan diurutkan dari mudah ke sukar atau kompleks.
- Untuk meningkatkan efisiensi belajar, siswa diminta mengulangi bagian tertentu maupun mengerjakan tes diagnostik. Meskipun demikian, perancang dapat juga mengijinkan siswa memilih pelajaran berikutnya, yang memungkinkan siswa mengontrol proses belajarnya sendiri.
- Pendekatan behaviorisme menyarankan untuk mendemonstrasikan ketrampilan dan prosedur yang dipelajari. Siswa diharapkan meningkatkan kemahirannya melalui latihan berulang-ulang dengan umpanbalik yang tepat. Pesan-pesan pemberi semangat digunakan untuk meningkatkan motivasi.

Secara keseluruhan, behaviorisme merekomendasi pendekatan terstruktur dan deduktif untuk mendesain bahan ajar, sehingga konsep dasar, ketrampilan, dan informasi faktual dapat cepat diperoleh siswa. Implikasi lebih jauh terhadap E-Learning adalah belajar secara drill, memilah-milah bahan ajar, mengases tingkat prestasi, dan memberikan umpanbalik. Tetapi, efektivitas pendekatan desain behaviorisme untuk tugas-tugas berfikir tingkat tinggi masih belum terbukti.

2. Kognitivisme

Penganut aliran kognitivisme menganggap bahwa belajar merupakan proses internal yang melibatkan memori, motivasi, refleksi, berfikir, dan meta kognisi. Dalam pandangan aliran tersebut, pikiran manusia memanipulasi simbol-simbol seperti komputer memanipulasi data. Karena itu, pembelajar dianggap sebagai prosesor informasi. Psikologi kognitif meliputi proses belajar dari pemrosesan informasi, dimana informasi diterima di bermacam-macam indera, ditransfer ke memori jangka pendek dan jangka panjang. Informasi menjalani aliran transformasi dalam pikiran manusia sampai informasi tersebut tersimpan secara permanen di memori jangka panjang dalam bentuk paket-paket pengetahuan. Aliran kognitivisme mengakui pentingnya perbedaan individu dan bermacam-macam strategi belajar untuk mengakomodasi perpedaan tersebut. Gaya belajar yang berbeda-beda (Gardner, 1983; Kolb, 1984) mengacu ke bagaimana siswa menerima. berinteraksi, dan merespons bahan ajar.
Perancang instruksional harus memikirkan aspek-aspek berikut untuk merealisasi materi E-Learning.

- Strategi pengajaran sebaiknya meningkatkan proses belajar dengan mendayagunakan semua indera, memfokuskan perhatian siswa melalui penekanan pada informasi penting, dan menyesuaian dengan level kognitif siswa.
- Perancang instruksional sebaiknya mengaitkan informasi baru dengan informasi lama yang telah ada di memori jangka panjang. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memberikan pertanyaan awal untuk mengaktifkan struktur pengetahuan yang diperlukan untuk materi ajar baru.
- Strategi menerapkan, menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi sebaiknya digunakan untuk menstimulasi belajar level tinggi.
- Bahan ajar sebaiknya memasukkan aktivitas untuk gaya belajar yang berbeda-beda.
- Siswa perlu dimotivasi untuk belajar melalui strategi belajar yang menstimulasi motivasi intrinsik (berasal dari diri siswa) dan motivasi ekstrinsik (berasal dari guru).
- Strategi pengajaran sebaiknya mendorong siswa menggunakan ketrampilan meta kognitifnya dengan cara merefleksi apa yang mereka pelajari, berkolaborasi dengan siswa lain maupun memeriksa kemajuan belajar mereka sendiri.
- Akhirnya, strategi pengajaran sebaiknya menghubungkan materi ajar dengan situasi riil di kehidupan mereka, sehingga siswa dapat mengaitkan pengalaman mereka sendiri.

Secara keseluruhan, perancang instruksional harus memikirkan mulai dari perbedaan aspek-aspek gaya belajar sampai motivasi, kolaborasi maupun meta kognitif. Pendekatan berfokus pada kognitif sesuai untuk mencapai tujuan belajar tingkat tinggi. Kelemahannya adalah jika siswa tidak mempunyai pengetahuan prasyarat.

3. Konstruktivisme

Penganut aliran konstruktivisme menganggap bahwa siswa membangun pengetahuannya dari pengalaman belajarnya sendiri. Belajar dapat dilihat sebagai suatu proses yang aktif, dan pengetahuan tidak dapat diterima dari luar mapun dari orang lain. Siswa sebaiknya diberi kesempatan untuk membangun pengetahuan bukan diberi pengetahuan melalui pengajaran. Perancang instruksional harus memikirkan aspek-aspek berikut untuk merealisasi materi E-Learning.

- Belajar sebaiknya merupakan proses yang aktif. Siswa diberi kesempatan melakukan aktivitas seperti meminta siswa menerapkan informasi pada situati riil, memfasilitasi penafsiran personal terhadap materi ajar, mendiskusikan topik-topik dalam kelompok.
- Untuk mendorong siswa membangun pengetahuan mereka sendiri, guru harus memberikan pengajaran online yang interaktif. Siswa harus mempunyai inisiatif untuk belajar dan berinteraksi dengan siswa lain.
- Sebaiknya digunakan strategi pembelajaran kolaboratif. Bekerja dengan siswa lain memberikan siswa pengalaman riil dan memperbaiki ketrampilan meta kognitif mereka. Ketika menetapkan siswa-siswa dalam suatu kelompok kerja, keanggotaan sebaiknya didasarkan pada level kemampuan, sehingga setiap anggota dapat mengambil manfaat dari anggota lain.
- Siswa sebaiknya diberi waktu untuk merefleksikan materi ajar. Pertanyaan pada materi ajar dapat digunakan untuk meningkatkan refleksi.
- Belajar sebaiknya dibuat bermakna dan ilustratif dengan cara memberikan contoh-contoh dan studi kasus. Disamping itu, aktivitas sebaiknya mendorong siswa menerapkan materi ajar.
- Ketika belajar memfokuskan pada pengembangan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap yang baru, E-Learning menghadapi masalah yaitu tujuan belajar psikomotorik, afektif, dan berfikir tingkat tinggi sulit dicapai dalam fase belajar virtual. Maka disarakan memberikan cara lain seperti aktivitas sosial maupun interaksi dengan siswa lain, belajar berbasis konteks, penilain kinerja untuk mengatasi masalah tersebut.

Guys, itu tadi penjelasan singkat mengenai landasan teori e-learning. Di atas juga udah ada cara-cara gimana seorang perancang instruksional e-learning merealisasikan konsep pembelajaran e-learning itu sendiri sesuai dengan ketiga teori tersebut. 

Minggu, 23 September 2012

Postingan di Minggu Malam yang Suntuk


Akhir-akhir ini aku lagi banyak pikiran. Mulai dari urusan hati, kerjaan, sampai tugas kuliah yang udah numpuk. Dan dari kesemua masalah itu aku paling pusing dengan masalah tugas kuliah.
Yah, perkuliahan baru berjalan tiga minggu tapi tugas-tugas udah bejibun. Aku juga gak tau kenapa tuh dosen-dosen pas masuk di hari pertama langsung ngasih tugas. Kayaknya gak bisa ngasih sedikit napas dulu buat mahasiswa-mahasiswanya menikmati hari-hari pertamanya masuk kampus lagi.
Sekarang aku udah semester lima, dan semua mata kuliah di semester ini adalah mata kuliah inti. Aku gak boleh main-main. Aku udah nargetin, selama aku kuliah gak ada mata kuliah yang aku ulangi gara-gara nilai yang jelek. Jadi aku harus selalu serius menjalani kuliah. Yah, itu juga tuntutan orang tua supaya bisa cepet selesai. Oke, dan itu berarti waktunya aku kembali berkutat dengan buku-buku.
Berbeda dengan semester-semester yang lalu, di mana aku selalu merasa lebih semangat buat ke kampus, kuliah atau ngerjain tugas bareng temen-temen. Kali ini aku ngerasa semangat itu turun, bawaannya selalu malas ngapa-ngapain. Aku lebih seneng cepet pulang kuliah, menyendiri dalam kamar kost, baca buku sendirian, atau menulis postingan di blog yang menurutku juga gak jelas.
Aku ngerasa lebih nyaman menikmati kesendirian itu.
Yah, mungkin salah satu penyebabnya adalah masalah hati. Kalo di semester-semester perkuliahan yang lalu-lalu aku lebih semangat karena ada pacar (baca: mantan) yang menemani. Dia selalu ada buat aku di saat aku butuh sama dia. Entah itu sekedar nemenin ngerjain tugas, kasi motivasi belajar, atau ngajakin jalan di saat aku bener-bener lagi suntuk dengan tugas-tugas kuliah yang begitu banyak.
Tapi, sekarang gak lagi, karena suatu masalah aku mesti putus dengan dia dan akhirnya aku pacaran dengan pacarku yang sekarang. And, he’s not always beside me. Karena aku dan pacarku yang sekarang menjalani hubungan dengan LDR (Long Distance Relationship) aku gak bisa selalu sama-sama dia trus. Jadi, aku mesti menjalani semuanya sendirian. Soalnya, komunikasi juga kadang susah. Dia cuma bisa menghubungi aku di saat ada signal dan pulsa. Dia seorang pelaut, jadi rada-rada susah komunikasi kalo dia lagi berlayar di tengah laut. Dan aku paham itu, konsekuensi yang harus aku terima ketika memutuskan memilih berpacaran dengan dia.
Dan malam ini, di saat aku nulis posting ini, aku baru pulang dari rumah seorang teman melepas rasa suntuk itu.
Aku dijemput setelah sholat isya tadi. Trus aku singgah jajan es krim dulu sebelum ke rumah temen aku itu. Aku biasanya emang jajan es krim favoritku kalo lagi bad mood kayak gini. And, that is walls trico ice cream, es krim yang punya tiga warna kayak traffic light. Merah, kuning, hijau.
Dan kayaknya berhasil. I’m back to good mood, guys. Aku makan satu bungkus es krim walls trico, diajakin becanda sama temen-temen yang lain dan makan gorengan pula. Mengatasi suntuk emang manjur banget kalo melakukan hal yang kita suka sambil ketawa lepas. Yeah, and I’m happy tonight

Nih, aku lagi foto bareng Wawan, keliatan lebih mirip alay. Ckckck...





Bad Mood banget! (Tapi keliatan lebih mirip gembel!)

Udah Good Mood! Berkat traffict light ice cream. 


Lapeeerrr!!! Makan gorengan lagi! Nyam....nyam.....
Aku jadi berpikir, emang terkadang kita merasa nyaman di saat kita menyediri. Tapi menyendiri juga gak selamanya nyaman buat  kita. Kita butuh orang lain, kita makhluk sosial. Ada kalanya kita mesti berbagi dengan orang lain di saat kita gak bisa menjalani itu sendirian. Di saat kita berbagi, kita bisa merasa lebih lega, beban hidup sedikit berkurang, dan yang jelas kita bisa merasa lebih nyaman. Dan aku senang berbagi kesuntukan itu bersama teman-temanku, soalnya bawaannya malah becanda mulu. Ketawa jadi gak berhenti-berhenti deh. Hehehehe…. Thanks guys!