By: Rahmawati Sahing

Sabtu, 04 Agustus 2012

Praktek jadi Ibu Guru untuk yang Pertama kali!

Setelah fakum dari dunia nge-blog selama hampir 2 bulan lebih, akhirnya aku bisa kembali nulis lagi. Kangen juga rasanya sama Mr. Blogger. Yup, aku kembali dengan cerita yang baru, yaitu tentang pengalaman pertamaku praktek langsung mengajar di depan para siswa. Yaa... kan biasanya aku cuman simulasi mengajar di depan teman-teman kampus. Itupun kalo ada tugas dari mata kuliah tertentu. Hehehe...
Adalah KOMPASH (Komunitas Pengembang Kreatifitas Mahasiswa), sebuah komunitas yang menampung mengenai berbagai kekreatifitasan mahasiswa yang dibentuk oleh teman-teman sekelas, dan se-jurusanku yaitu Teknologi Pendidikan, di kampus Universitas Negeri Makassar yang membuatku bisa mendapatkan pengalaman untuk praktek menjadi ibu Guru untuk yang pertama kalinya. (Mengenai KOMPASH, aku udah pernah posting mengenai komunitas ini pada postingan beberapa waktu yang lalu dengan judul "Ada yang Baru lho!"

Ngajar di SMAN 1 Mangkutana

Beberapa waktu yang lalu, tepatnya pada tanggal 9-14 Juli 2012, KOMPASH sempat mengadakan kegiatan yang diberi nama Week Computer Training for senior High School at Luwu Timur, dan seperti yang tercantum pada nama kegiatan ini, kegiatannya dilaksanakan di Kabupaten Luwu Timur. Sesuai namanya, kegiatan KOMPASH kali ini adalah melakukan pelatihan komputer selama sepekan untuk adik-adik SMA dan SMK se-kabupaten Luwu Timur. Nah, ada 6 materi dalam pelatihan ini, yaitu mengenai Microsoft Office, Macromedia Flash, Photoshop, Web Blog, Penginstalan dan Trouble Shooting. Yup, dari keenam materi yang dibawakan, aku didaulat untuk menjadi salah satu tutor dalam membawakan materi. Aku jadi tutor dari materi Web Blog. Bersyukur banget rasanya udah diberi kepercayaan oleh teman-teman dari KOMPASH untuk membawakan salah satu materi tersebut. Meskipun waktu pertama kali ditunjuk jadi tutor, aku sempat gak pe-de dan ragu-ragu, gitu! Tapi setelah mendapatkan dukungan dari teman-teman yang lain akhirnya bisa pe-de dan meng-iya-kan untuk jadi tutor! Walaupun jantung udah dag dig dug, dan udah bikin nerveous setengah mampus menjelang hari H.

Ngajar di SMAN 1 Towuti
Dari jadwal yang dibuat panitia pelaksana kegiatan, aku dapat jadwal mengajar 3 kali selama seminggu kegiatan dan dilaksanakan pada setiap hari kedua pada masing-masing 3 lokasi yang berbeda. (Kegiatannya dilaksanakan 2 hari di masing-masing lokasi).
Pengalaman mengajar langsung di depan siswa untuk pertama kalinya sempat bikin aku nervous juga, sih! Soalnya aku sempat berimajinasi yang nggak-nggak. Misalnya, ada siswa songong yang tiba-tiba nimpuk aku pake sepatu pas ngajar, trus dia bilang "Maaf, Kak! Sepatunya kelonggaran jadi gampang lepas!" padahal sebenarnya dia emang sengaja nimpuk aku, atau ada siswa yang ngejutekin aku karena ternyata dia udah tau atau lebih pinter dari aku. Huft!!! Imajinasi itu sempat bikin aku keringat dingin, tapi untungnya bisa di atasi dengan do'a dan tarikan nafas beberapa kali. Hahaha... ternyata tips ini emang cukup ampuh mengatasi sindrom demam panggung.
Pada awal aku mengajar emang rasanya nerveous banget, tapi selang beberapa waktu akhirnya aku udah bisa menguasai kelas, dan hasilnya..... menurut aku, sih, cukup amazing. Gak nyangka banget bisa ngajar kayak ibu guru beneran kayak, gitu! Trus, "penguasaan kelas dan audience, juga cukup baik! That's Good!" kata salah satu dari temenku. Hahaha.... ini mah, malah berasa kayak pesertanya Indonesian Idol yang dapat komentar dari Agnes Monica, bukan ibu guru. Tapi, bangga juga sih, dan rasanya seneng banget! Pengalaman ini bikin aku jadi tau kalo ternyata, mengajar untuk membagi ilmu dan membuat orang lain mengerti dengan apa yang kita ajarkan tuh gak segampang yang kita liat dan kita pikir, so untuk jadi seorang pendidik yang baik kita perlu banyak belajar dari pengalaman. Experience is the best teacher!!!

Selasa, 29 Mei 2012

Mari Membuat Clay!

Adonan Dasar Clay
Bahan:
·      100 gram tepung maizena               
·      100 gram tepung tapioka
·      100 gram tepung beras
·      2 sdm benzoat
·      300 gram lem putih PVAc
·      Minyak bayi (baby oil) secukupnya (sampai adonan tidak lengket di tangan)

Cara membuat:
1.     Campur ketiga macam tepung dengan benzoate.
2.    Masukkan lem putih PVAc. Lalu uleni hingga kalis.
3.    Campurkan minyak bayi (baby oil). Uleni lagi adonan hingga tidak lengket di tangan.
4.    Simpan adonan yang sudah dibuat dalam plastik yang dilaminating atau kedap udara.



Pewarnaan Clay
Cara mewarnai:
1.   Campur adonan clay yang sudah jadi dengan warna yang diinginkan. Pewarnaan ini dapat menggunakan cat  poster atau cat akrilik.
2.    Aduk-aduk sampai semua warna tercampur rata.
3.    Bungkus adonan dengan plastik agar tidak kering.



Tips pewarnaan:
1.  Gunakan cat air, cat poster, atau cat akrilik. Jangan menggunakan pewarna makanan, karena akan menimbulkan jamur.
2.    Pakai pewarna yang kental agar hasil adonan tidak terlalu lembek.
3.    Jika ingin membuat warna pastel, adonan harus dicampur dengan cat putihterlebih dahulu agar warnanya tidak kusam.
4.   Jika ingin membuat warna merah, hitam, atau biru tua tidak perlu ditambahkan cat putih.
5.    Jika ingin membuat warna putih, adonan juga tetap dicampur dengan cat berwarna putih agar setelah kering warna clay tidak kusam. Patung dari adonan clay yang sudah kering warnanya terlihat sedikit lebih gelap, dibandingkan pada saat masih basah.

Senin, 30 April 2012

Jenguk Ayahnya Temen sampe Mengkritisi Pelayanan RS-nya

Tadi  sore aku dan temen-temen kampus menyempatkan diri untuk ke sebuah rumah sakit daerah di Makassar untuk menjenguk ayah dari seorang teman kami.  Nama teman kami itu Yeni. Ayahnya dirawat sejak dua hari yang lalu karena didiagnosa menderita penyakit asma yang cukup akut.
Jujur, aku merasa kasian dengan kondisi perawatan yang diperoleh oleh ayah teman kami itu, meskipun kata ibunya Yeni, keadaan ayahnya Yeni itu sudah agak mendingan dari hari pertama beliau dirawat. Ayahnya dibantu dengan cairan infus, setelah sebelumnya di hari pertama juga dibantu dengan bantuan oksigen. Beliau dirawat di sebuah bangsal dengan kapasitas jumlah pasien yang dirawat di dalamnya adalah enam orang. Sementara kondisi ruangan yang meskipun lumayan bersih tapi baunya gak karuan (mungkin campuran antara bau dari obat-obatan yang digunakan pasien-pasien di sana, bau badan, dan… euhhh.. gak sanggup deh nyebutinnya lagi). Yaa… menurut aku sih, gak tahan deh kalo aku tinggal lama-lama disitu.
Sementara itu, ada hal lain yang aku merasa gak sepantasnya diberikan kepada para pasien di bangsal itu sebagai bentuk pelayanan. Yaa… layanan konsumsi yang diberikan untuk para pasien di sana. Makanan yang diberikan untuk para pasien itu adalah bubur dengan beberapa lauk pauk yang ditempatkan dalam kemasan Styrofoam tanpa diberi alas plastik yang memang digunakan untuk mengemas makanan. Padahal kita tahu sendiri apa bahaya dari kemasan styroam yang sebenarnya tidak layak digunakan untuk mengemas makanan. Ini aku kasi tau sedikit tentang bahaya menggunakan kemasan styrofoam untuk mengemas makanan:
 Riset terkini membuktikan bahwa styrofoam diragukan keamanannya. Sebab, dalam bahan pembungkus makanan tersebut ditemukan kandungan dioctyl phthalate (DOP) yang menyimpan zat benzen, suatu larutan kimia yang sulit dilumat oleh sistem percernaan. Benzen ini juga tidak bisa dikeluarkan melalui feses (kotoran) atau urine (air kencing). Akibatnya, zat ini semakin lama semakin menumpuk dan terbalut lemak. Inilah yang bisa memicu munculnya penyakit kanker.
Benzana bisa menimbulkan masalah pada kelenjar tyroid, mengganggu sistem syaraf sehingga menyebabkan kelelahan, mempercepat detak jantung, sulit tidur, badan menjadi gemetaran, dan menjadi mudah gelisah.
Pada beberapa kasus, benzana bahkan bisa mengakibatkan hilang kesadaran dan kematian. Saat benzana termakan, dia akan masuk ke sel-sel darah dan lama-kelamaan akan merusak sumsum tulang belakang. Akibatnya produksi sel darah merah berkurang dan timbullah penyakit anemia.
Efek lainnya, sistem imun akan berkurang sehingga kita mudah terinfeksi. Pada wanita, zat ini berakibat buruk terhadap siklus menstruasi dan mengancam kehamilan. Dan yang paling berbahaya, zat ini bisa menyebabkan kanker payudara dan kanker prostat.
Bila terkena suhu tinggi, pigmen styrofoam akan bermigrasi ke makanan. Bila makanan yang baru digoreng ditempatkan di kantong plastik, suhu minyak yang tinggi akan menghasilkan kolesterol atau lemak jenuh yang tinggi pula yang mudah larut dengan bahan dasar Styrofoam, styren.
Makin Panas Makin Cepat
Penelitian juga membuktikan, bahwa semakin panas suatu makanan, semakin cepat pula migrasi bahan kimia styrofoam ke dalam makanan. Padahal di restoran-restoran siap saji dan di tukang-tukang makanan di pinggir jalan, styrofoam digunakan untuk membungkus makanan yang baru masak. Malahan ada restoran cepat saji yang memanaskan lagi makanan yang telah terbungkus styrofoam di dalam microwave. Bayangkan, betapa banyaknya zat kimia yang pindah ke makanan kita dan akhirnya masuk ke dalam tubuh kita.
Makin Berlemak Makin Cepat
Saat makanan atau minuman ada dalam wadah styrofoam, bahan kimia yang terkandung dalam styrofoam akan berpindah ke makanan. Perpindahannya akan semakin cepat jika kadar lemak (fat) dalam suatu makanan atau minuman makin tinggi. Selain itu, makanan yang mengandung alkohol atau asam (seperti lemon tea) juga dapat mempercepat laju perpindahan.
Buruk Bagi Lingkungan
Selain berefek negatif bagi kesehatan, styrofoam juga tak ramah lingkungan. Karena tidak bisa diuraikan oleh alam, styrofoam akan menumpuk begitu saja dan mencemari lingkungan. Styrofoam yang terbawa ke laut, akan dapat merusak ekosistem dan biota laut.
Nah, itu dia segelintir bahaya dari Styrofoam. Dengan bahaya yang mampu ditimbulkan, apakah styroam itu masih bisa dikatakan layak digunakan sebagai wadah kemasan makanan?! Apalagi, kemasan Styrofoam tersebut digunakan untuk pelayanan konsumsi pasien di sebuah rumah sakit milik pemerintah. Kasian sama pasien-pasiennya, bisa-bisa mereka malah tambah penyakit. Kalo aku punya saran buat pihak rumah sakit, sebaiknya mereka benar-benar memperhatikan pelayanan yang diberikan bagi para pasien, sebab selain sebagai tanggung jawab yang memang dibebankan tetapi juga sebagai bentuk pengabdian kepada sesama.
Tapi, selain dari itu semua, aku berharap semoga ayahnya Yeni bisa cepat sembuh dan bisa beraktivitas seperti biasa, dan Yeni gak sedih terus. Hehe…^_^